AnEkA MaKaLaH

Just another WordPress.com weblog

TIK dalam pendidikan: antara teori dan realitas

TIK dalam pendidikan: antara teori dan realitas

Semenjak globalisasi telah masuk ke Indonesia, semenjak itu pula segalanya mulai berubah. Tak terkecuali dunia pendidikan. Pengaruh teknologi, informasi, dan komunikasi (TIK) memberi banyak manfaat. Dimulai pemanfaatan satelit palapa, program ACI, radio pendidikan, hingga SBJJ seperti Universitas Terbuka. Tambah lagi kebijakan Renstra untuk tahun 2009 yang berbasis penguasaan TIK dan pemanfaatannya pada institusi pendidikan di Indonesia dalam membentuk masyarakat belajar…Sungguh kereen pikirku pada awalnya. Terlintas sedikit mimpi-mimpi akan Pendidikan Indonesia yang lebih mudah dengan adanya TIK. ? ?

Namun  saat kemaren bertemu dengan seorang teman yang juga alumni TP yang menjadi guru TIK, aku hanya terdiam. Bagaimana tidak?nyaris seharian aku melihat ia menginput data nilai siswa di komputer tuk di upload di internet ke depdiknas. Meski terlihat keren (dah ada data base online nih ceritanya DEPDIKNAS), tapi kok..saat melihat struktur, dan isinya… speechless deh. Cape deeh.. RPP (Rancangan Pengelolaan Pengajaran ) diiinput sendiri, trus nilai tiap siswa, tiap pokok bahasan, diisi sendiri, harus online pula. Coba bayangkan tiap anak misalnya belajar mata pelajaran Biologi. Mata pelajaran itu terdiri dari 10 pokok bahasan, lalu satu kelas 30 siswa. Then 1 angkatan terdiri dari 5 kelas. Itung deh sendiri, sebanyak apa data nilai yang harus dimasukkan?..tambah lagi parahnya lagi.. tiap pokok bahasan yang tersusun RPPnya itu, ama program database itu nggak tersusun secara alphabet ataupun berurutan secara nomor… Walah-walah… Kok kesannya guru jadi korban teknologi lagi.. Ckckck… Sangking batnya tuh temen…, asyik aja dia masukin nilai dengan alasan.. ‘Jangan mau dibodohi ama sistem, kalau sistem bisa membuat kita kewalahan, kita juga bisa sebaliknya.’

Nggak cuma itu..coba kalo guru yang menginput tuh data masih ‘gaptek’? temenku itu aja yang bisa dikatakan melek teknologi udah kewalahan.. apalagi mereka. Aku jadi mikir.. pimpro ini, mikir jauh ke depan nggak sih? Visionerkah dirinya?Atau berlindung pada kilahan politis proyek percobaan?

Ironis memang… mo nyalahin tuh temen?tuh sistem?tuh komputer?ato apa?… Hmm… klise memang kalo dibilang nggak ada dana?yah nggak juga… dibilang cuma proyek kerjaan.. yah nggak juga sih… ato banyaknya potongan di jalan berakibat cuma bisa buat database kayak gitu.. yah terserah para pembaca menilai sih. Namun akan lebih baik, jika para temen-teman mahasiswa teknologi pendidikan mengkritisi hal-hal semacam ini, ataupun hal-hal lain diluar ini..yang berkaitan dengan masalah belajar dan kinerja..dengan mengirim tulisan ke media. Seperti teori yang telah didapat di mata kuliah Inovasi dan difusi pendidikan…tau kan bedanya inovasi n perubahan? Kalo nggak kita yang mengkritisi..siapa lagi?jangan maen tunggu-tungguan ah…mumpung jadi mahasiswa, jadi kontrol sosial euy…

Maret 4, 2009 - Posted by | TEKNOLOGI INFORMASI

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: