AnEkA MaKaLaH

Just another WordPress.com weblog

PENERAPAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN

BAB I
PENERAPAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN
DALAM RANGKA MENUJU ” INNOVATIVE SCHOOL ”
A. PENDAHULUAN
Seiring dengan kemajuan teknologi yang mengglobal telah terpengaruh dalam
segala aspek kehidupan baik dibidang ekonomi, politik, kebudayaan seni dan bahkan
di dunia pendidikan.
Dunia pendidikan harus mau mengadakan inovasi yang positif untuk kemajuan
pendidikan dan sekolah. Tidak hanya inovasi dibidang kurikulum, sarana-prasarana,
namum inovasi yang menyeluruh dengan menggunakan teknologi informasi dalam
kegiatan pendidikan. Teknologi pendidikan dapat mengubah cara pembelajaran yang
konvensional menjadi nonkonvensional.
Dalam rangka Innovative School, sekolah harus merespon perkembangan dunia
teknologi yang semakin canggih yang menyediakan segudang ilmu pengetahuan yang
baru dan lama. Pembelajaran di sekolah perlu menggunakan serangkaian peralatan
elektronik yang mampu bekerja lebih efektif dan efisien. Walaupun demikian, peran
guru tetap dibutuhkan di kelas, ia sebagai desainer, motivator, pembimbing, dan
sebagainya dan tentunya sebagai sosok individu harus tetap dihormati.
Teknologi Informasi dan Komunikasi (CIT) merupakan suatu kebutuhan menuju
”Innovative School” karena dengan penggunaan CIT diharapkan adanya peningkatan
mutu belajar/ mengajar, peningkatan produktivitas/ efisiensi dan akses, peningkatan
sikap belajar yang positif, pengembangan professional/ staff dan adanya peningkatan
profil/ pengenalan. Kelima hal tersebut merupakan harapan sekaligus kebutuhan yang
menjadi dasar perlunya penerapan CIT di sekolah. Dengan demikian diharapkan
sekolah mengalami perubahan-perubahan yang sesuai dengan tuntutan global tetapi
tetap searah dengan visi dan misinya yang dikorelasikan dengan kebutuhan sekolah
dan daerah.
Teknologi pendidikan seringkali diasumsikan dalam persepsi yang mengarah pada
masalah elektronika padahal konsep teknologi mengandung pengertian yang luas
untuk itu dalam tulisan ini akan dibahas lebih lanjut.
B. RUMUSAN MASALAH
a. Apa Pengertian Teknologi Pendidikan
b. Apa macam-macam Teknologi Pendidikan
c. Apa manfaat dan kekurangan Teknologi Pendidikan
d. Apa hubungan Teknologi Pendidikan dan ”Innovative School”.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Teknologi Pendidikan
Sebelum membahas teknologi pendidikan terlebih dahulu perlu diketahui
pengertian teknologi. Kata Teknologi seringkali oleh masyarakat diartikan sebagai alat
elektronik. Tapi oleh ilmuwan dan ahli filsafat ilmu pengetahuan diartikan sebagai
pekerjaan ilmu pengetahuan untuk memecahkan masalah praktis. Jadi teknologi lebih
mengacu pada usaha untuk memecahkan masalah manusia.
Menurut Yp Simon (1983), teknologi adalah suatu displin rasional yang dirancang
untuk meyakinkan penguasaan dan aplikasi ilmiah.
Menurut (An) Teknologi tidak perlu menyiratkan penggunaan mesin, akan tetapi lebih
banyak penggunaan unsur berpikir dan menggunakan pengetahuan ilmiah.
Menurut Paul Saetiles (1968). Teknologi selain mengarah pada permesinan, teknologi
meliputi proses, sistem, manajemen dan mekanisme kendali manusia dan bukan
manusia.
Pengertian Teknologi Pendidikan diabad ke dua puluh meliputi lentera pertama
proyektor slide, kemudian radio dan kemudian gambar hidup. Sedangkan abad 19 ke
bawah sampai lima belas teknologi lebih diartikan papan tulis dan buku.
Menurut Prof. Sutomo dan Drs. Sugito, M.Pd
Teknologi Pendidikan adalah proses yang kompleks yang terpadu untuk menganalisis
dan memecahkan masalah belajar manusia/ pendidikan.
Menurut ”Mackenzie, dkk” (1976)
Teknologi Pendidikan yaitu suatu usaha untuk mengembangkan alat untuk mencapai
atau menemukan solusi permasalahan.
Jadi Teknologi Pendidikan adalah segala usaha untuk memecahkan masalah
pendidikan. Lebih detail dapat diuraikan bahwa:
– Teknologi Pendidikan lebih dari perangkat keras. Ia terdiri dari desain dan
lingkungan yang melibatkan pelajar.
– Teknologi dapat juga terdiri segala teknik atau metode yang dapat dipercaya
untuk melibatkan pelajaran; strategi belajar kognitif dan keterampilan berfikir
kritis.
– Belajar teknologi dapat dilingkungan manapun yang melibatkan siswa belajar
secara aktif, konstruktif, autentik dan kooperatif seta bertujuan.
B. Macam-macam Teknologi Pendidikan
Dalam inovasi pendidikan tidak bisa lepas dengan masalah revolusi metode,
kurikulum yang inovatif, teknologi serta SDM yang kritis untuk bisa menghasilkan
daya cipta dan hasil sekolah sebagai bentuk perubahan pendidikan. Sekolah harus
mempunyai orientasi bisnis pelanggan yang memiliki daya saing global. Untuk itu ada
lima teknologi baru yang dapat menciptakan sistem pendidikan yang lebih baik.
1. Lima macam Teknologi
– Teknologi yang pertama : Sistem berpikir
Sistem berpikir menjadikan kita untuk lebih hati-hati dengan munculnya tiap mode
di dunia pendidikan. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya perubahan yang tidak
kita inginkan. Tanpa sistem berpikir kita akan sulit untuk mengadakan
peningkatan riil di bidang pendidikan. Jadi sistem berpikir menghadirkan konsep
sistem yang umum, dimana berbagai hal saling terkait.
– Teknologi yang kedua: Desain sistem
Desain sistem adalah teknologi merancang dan membangun sistem yang baru.
Perubahan yang dimaksud adalah perubahan yang cepat yang meningkatkan
harapan. Desain sistem memberi kita peralatan untuk menciptakan suatu sistem
yang baru dan suatu strategi untuk perubahan.
– Teknologi yang ketiga: Kualitas pengetahuan
Mutu atau kualitas pengetahuan merupakan teknologi yang memproduksi suatu
produk atau jasa/ layanan yang sesuai harapan dan pelanggan. Ilmu pengetahuan
yang berkualitas telah menjadi alat yang sangat berharga dalam inovasi
pendidikan/ sekolah.

- Teknologi yang keempat : Manajemen Perubahan
Manajemen perubahan adalah suatu cara untuk memandu energi kreatif ke arah
perubahan positif. Dapat juga diartikan sistem pemikiran yang berlaku untuk
aspek manajemen inovasi tentunya dengan berorientasi pada POAC (Perencanaan,
Organisasi, Aktualisasi dan Kontrol).
– Teknologi yang kelima : Teknologi pembelajaran
Disini ada dua bagian yaitu peralatan Pelajar elektronik (Komputer, multimedia,
Internet, telekomunikasi), dan pembelajaran yang didesain, metode dan
strateginya diperlukan untuk membuat peralatan elektronik yang efektif. Pelajaran
elektronik ini mengubah cara mengkomunikasikan belajar. Jadi teknologi
pembelajaran adalah sistem pemikiran yang berlaku untuk instruksi dan belajar.
Kelima teknologi tersebut merupakan suatu keterpaduan untuk menuju inovasi
pendidikan sehingga dalam memecahkan masalah pendidikan perlu kombinasi
peralatan/ alat elektronik, orang-orang, proses, manajemen, intelektual, untuk
perubahan yang efektif.
2. Tiga macam teknologi pendidikan
Macam-macam teknologi pendidikan menurut Davies (1972) ada tiga yaitu:
– Teknologi pendidikan satu
Teknologi pendidikan satu yaitu mengarah pada perangkat keras seperti
proyektor, laboratorium, komputer (CD ROM, LCD, TV, Video dan alat elektronik
lainnya). Teknologi mekanik ini dapat mengotomatiskan proses belajar mengajar
dengan alat yang memancarkan , memperkuat suara, mendistribusikan, merekam
dan mereproduksi stimuli material yang menjangkau pendengar/ siswa dalam
jumlah yang besar. Jadi teknologi satu ini efektif dan efisien.
– Teknologi pendidikan dua
Teknologi pendidikan dua mengacu pada ”perangkat lunak” yaitu menekankan
pentingnya bantuan kepada pengajaran. Terutama sekali dalam kurikulum, dalam
pengembangan instruksional, metodologi pengajaran, dan evaluasi. Jadi teknologi
dua, menyediakan keperluan bagaimana merancang yang baru atau

memperbarui yang sekarang, bermanfaat pada pengalaman belajar Mesin dan
mekanisme dipandang sebagai instrumen presentasi atau transmisi.
– Teknologi pendidikan tiga
Teknologi pendidikan tiga, yaitu kombinasi pendekatan dua teknologi yaitu
“peragkat keras“ dan perangkat lunak”. Teknologi pendidikan tiga, orientasi
utamanya yaitu ke arah pendekatan sistem, dan sebagai alat meningkatkan
manfaat dari apa yang ada di sekitar. Teknologi pendidikan tiga dapat dikatakan
sebagai pendekatan pemecahan masalah, titik beratnya dalam orientasi
diagnostik yang menarik. Dari ketiga macam tekonologi di atas dapat dikatakan
bahwa teknologi pendidikan dalam konteks sebenarnya adalah tidak hanya
mengacu pada perangkat keras saja seperti yang umum dijadikan sebagai
persepsi yang benar, namum juga meliputi perangkat lunak dan perpaduan
keduanya perangkat keras dan lunak.
C. Manfaat Teknologi pendidikan dan kekurangannya
1. Manfaat teknologi pendidikan
· Teknologi Pendidikan sebagai peralatan untuk mendukung konstruksi
pengetahuan:
 Untuk mewakili gagasan pelajar pemahaman dan kepercayaan
 Untuk organisir produksi, multi media sebagai dasar pengetahuan pelajar.
· Teknologi pendidikan sebagai sarana informasi untuk menyelidiki pengetahuan
yang mendukung pelajar :
 Untuk mengakses informasi yang diperlukan.
 Untuk perbandingan perspektif, kepercayaan dan pandangan dunia.

· Teknologi pendidikan sebagai media sosial untuk mendukung pelajaran dengan
berbicara.
 Untuk berkolaborasi dengan orang lain.
 Untuk mendiskusikan, berpendapat dan membangun konsensus antara
anggota sosial.
· Teknologi pendidikan sebagai mitra intelektual untuk mendukung pelajar
 Untuk membantu pelajar mengartikulasikan dan memprentasikan apa yang
mereka ketahui.
· Teknologi pendidikan dapat meningkatkan mutu pendidikan/sekolah.
· Tekonologi pendidikan dapat meningkatkan fektifitas dan efisiensi proses belajar
mengajar.
· Teknologi pendidikan dapat mempermudah mencapai tujuan pendidikan.
2. Kekurangannya
· Pihak guru yang tidak bisa mengoperasikan/menguasai elektronika akan
tertinggalkan oleh siswa.
· Teknologi pendidikan memerlukan SDM yang berkualitas untuk bisa
mempercepat inovasi sekolah, sedangkan realita masih kurang.
· Teknologi pendidikan baik itu hardware maupun soffware membutuhkan biaya
yang mahal.
· Keterbatasan sarana prasarana sekolah akan menghambat inovasi pendidikan.
· Penggunaan teknologi pendidikan dalam bentuk Hardware memerlukan kontrol
yang tinggi dari guru atau orang tua terutama internet dan software.
· Siswa yang tidak mempunyai motivasi yang tinggi cenderung gagal.
D. Hubungan Teknologi Pendidikan dan Innovative School
Inovasi pendidikan merupakan hal yang perlu dilakukan oleh tiap sekolah jika
sekolah ingin maju. Perubahan sekolah bukan hanya dilihat dengan adanya
seperangkat alat elektronika yang canggih di sekolah, namun banyak aspek yang
menjadi indikator. Innovative school artinya perubahan sekolah atau perubahan
pendidikan.

Ciri-ciri inovasi pendidikan dapat dikenal dengan beberapa identifikasi, namun
menurut ashby 1967 ada empat :
– Ketika masyarakat /orang tua mulai sibuk dengan peran keluar sehingga tugas
pendidikan anak sebagian digeser dari orang tua pindah ke guru atau dari rumah ke
sekolah.
– Terjadi adopsi kata yang ditulis ke instruksi lisan
– Adanya penemuan alat untuk keperluan percetakan yang mengakibatkan
ketersediaan buku lebih luas.
– Adanya alat elektronika yang bermacam-macam radio, telepon, TV, computer, LCD
proyektor, perekan internet, LAN, dsb ).
Keempat perubahan di atas di dunia pendididkan telah menimbulkan banyak
masalah, dan untuk itulah kelima teknologi yang dibahas pada point sebelumnya
sangat membantu untuk solusi pemecahan.
Perubahan pendidikan/sekolah yang dinginkan sekolah sesuai visi dan misinya
tentunya sangat tergantung pada lima teknologi tersebut yaitu sistem berfikir, sistem
desain, ilmu pengetahuan yang berkualitas, manajemen. Sekarang sekolah negeri
maupun swasta mulai berusaha keras untuk mengatur kembali sistem pendidikan
mereka. Banyak program sekolah yang ditawarkan pada masyarakat baik itu jurusan
maupun status sekolah yaitu SSN, unggul, model, internasional, akselerasi dan
sarana prasarananya.
Yang jelas perubahan sekolah untuk menghadapi dunia global harus disiapkan
dari unsur SDM yang berkualitas sehingga mampu berfikir membuat desein
pendidikan, punya kiat manajemen yang baik dan tidak gagap terhadap pendidikan.
Jadi dapat dikatakan bahwa antara inovasi pendidikan dengan teknologi
pendidikan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Inovasi
merupakan okbyek dan teknologi pendidikan merupakan subyeknya.
– Dalam inovasi pendidikan butuh SDM dan peralatan yang menunjang inovasi
pendidikan, sebaliknya SDM dan alat tidak akan berfungsi tanpa digunakan untuk
sasaran/tujuan yang pasti dan bermanfaat dimasa datang.

B A B III
P E N U T U P
A. Kesimpulan
Arti pembahasan yang telah diuraikan diatas dapat kita simpulkan bahwa :
1. Teknologi pendidikan adalah proses yang komplek yang terpadu untuk
menganalisis dan memecahkan masalah belajar manusia/pendidikan.
2. Teknologi pendidikan sangat diperlukan dalam usaha menuju “ Innovative School “
atau perubahan sekolah karena dalam teknologi pendidikan tidak hanya unsur
elektronik saja yang ada tapi SDM yang berkualitas atau mampu berpikir,
mendesain sistem, dan punya ilmu pengetahuan untuk melakukan manajemen
perubahan serta melakukan teknologi pembelajaran.
3. “ Innovative School “ perlu dilaksanakan supaya sekolah mampu menjawab
tantangan global dan tuntutan masyarakat.
B. Saran
1. Hendaknya sekolah mempersiapkan sarana prasarana untuk kebutuhan tekonologi
pendidikan.
2. Hendaknya sekolah menyiapkan SDM yang siap menerapkan teknologi pendidikan
untuk perubahan sekolah (Innovative School ).
3. Hendaknya pemerintah sering mengadakan pelatihan seperti Jardiknas atau Diklat
Komputer.
DAFTAR PUSTAKA
Andi Afifuddin. 2007. Penggunaan metode E-Learning Dalam Proses Belajar
Mengajar di Sekolah pada Mata Pelajaran TIK Tingkat SMP.
Majalengka, Jawa Barat
Davil H. Jonassen. Tekonologi Pembelajaran dengan suatu pendekatan Perspektif
(Construktif).
Nw Jersey, Columbus ohio ; Pennsylvonia state University.
Ivor K. Davis. 1976. eknologi Pendidikan “ contoh yang sempurna Paradigma dan
model. London.
Prof. Nyoman S. Degeng. 2004. Pembelajaran konstruktivistik Vs Behaviouristik.
Malang : Universitas Negeri Malang
Prof. Sutomo & Sugito M.Pd. 2005. Kapita Selekta & Problematika Teknologi
pendidikan. Surabaya UNIPA.
Sandra Wills and Shitley Alexander. Pengantar Manajemen Teknologi Belajar dan
Mengajar.

Maret 4, 2009 Posted by | MAKALAH TEKNOLOGI PENDIDIKAN | Tinggalkan komentar

KONSTRIBUSI PROFESI TEKNOLOGI PENDIDIKAN

KONSTRIBUSI PROFESI TEKNOLOGI PENDIDIKAN DALAM
MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN
DI SEKOLAH DAN DIKLAT

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATARBELAKANG
Satu diantara tiga pilar kebijakan pendidikan adalah meningkatkan kualitas dan relevansi guna meningkatkan daya saing keluaran pendidikan (lulusan). Salah satu upaya untuk mencapai tujuan dari pilar kebijakan tersebut adalah pengembangan guru sebagai profesi, merupakan kebijakan yang strategis dlam rangka membenahi persoalan guru secara mendasar. Sebagai tenaga profesional guru harus memiliki sertifikat profesi dari hasil uji kompetensi. Sesuai dengan usaha dan prestasinya, guru akan memperoleh imbal jasa, insentif dan penghargaan, atau sebaliknya, disensentif atau tidak terpenuhinya standar profesi oleh seorang guru.
Pendidikan profesi guru dan sistem sertifikasi profesi pendidik akan dikembangkan baik untuk calon guru (pre-service) maupun utnuk guru yang sudah bekerja (in-service). Standar profesi guru akan dikembangkan sebagai dasar bagi penilaian kinerja guru yang dilakukan secara berkelanjutan atas dasar kinerjanya baik pada tingkat kelas maupun satuan pendidikan. Untuk meningkatkan kualifikasi dan profesionalisme guru, perlu memberikan bekal penguasaan TIK pada guru agar mereka mampu melaksanakan pembelajaran yang menggunakan multimedia secara baik.
Peningkatan mutu pendidikan semakain diarahkan pada perluasan inovasi pembelajaran baik pada pedidikan fromal maupun non-formal dalam rangka mewujudkan proses yang efisien, menyenangkan dan mencerdaskan sesuai tingkat usia, kematangan, serta tingkat perkembangan peserta didik.
B. RUMUSAN DAN BATASAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang masalah diatas,maka rumusan masalah dalam makalah ini adalah “konstribusi profesi teknologi pendidikan dalam meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah dan diklat”
Untuk membahas persoalan diatas maka penulis membatasi masalah sebagai berikut:
1. Pengertian Profesi Teknologi Pendidikan
2. Visi dan Misi Teknologi Pendidikan
3. Kompetensi Lulusan S1 Teknologi Pendidikan
4. Ruanglingkup Kajian Teknologi Pendidkan
5. Implementasi Teknologi Pendidikan dalam Peningkatan Mutu Pembelajaran
C. MANFAAT PENULISAN
Adapun manfaat penulisan makalah ini adalah:
1. Sebagai masukan kepada tenaga profesi teknologi pendidikan untuk melaksanakan pembelajaran yang efektif di Sekolah dan Diklat
2. Sebagai persyaratan dalam mata kuliah Profesi teknologi pendidikan.
3. Sebagai masukan yang dapat menambah wawasan pembaca tentang Konstribusi Profesi Teknologi Pendidikan dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran di Sekolah dan Diklat

BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN PROFESI TEKNOLOGI PENDIDIKAN
Pendidikan merupakan investasi yang paling utama bagi setiap bangsa, terutama bagi bangsa yang sedang berkembang. Dalam arti kata pembangunan hanya dapat dilakukan oleh bangsa yang telah dipersiapkan untuk membangun negaranya melalui pendidikan. Karena pada hakekatnya pendidikan merupakan cermin peradaban suatu bangsa. Bangsa yang peradabannya tinggi ditandai dengan tingkat pendidikan yang relatif tinggi bagi warga negaranya.
Tingkat pendidikan yang tinggi bergantung pada mutu pendidikan yang mana berkaitan erat dengan proses belajar mengajar. Dewasa ini para ahli berusaha untuk meningkatkan proses belajar mengajar itu menjadi suatu ilmu atau teknologi yang dapat dikenal dan dikuasai langkah-langkahnya. Disinilah peran teknologi pendidikan sangat diperlukan.
Pada awalnya pengertian teknologi pendidikan adalah sama dengan teknologi dalam pendidikan, yaitu sarana yang mendukung dalam kegiatan belajar mengajar seperti computer, overhead projector, tv, video tape recorder, dll.
Kemudian sesuai dengan perkembangan jaman ada beberapa pendapat dengan apa yang dimaksud dengan teknologi pendidikan. Menurut Komisi Definisi dan Terminologi AECT ( Association for Educational Communication and Technology ) teknologi pendidikan adalah proses yang kompleks dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan, dan organisasi untuk menganalisis masalah, mencari jalan pemecahan, melaksanakan, mengevaluasi, dan mengelola pemecahan masalah yang menyangkut semua aspek belajar manusia.
Di lain pihak ada yang berpendapat teknologi pendidikan adalah pengembangan, penerapan dan penilaian sistem-sistem, teknik dan alat bantu untuk memperbaiki dan meningkatkan proses belajar manusia. Di sini yang diutamakan adalah proses belajar itu sendiri, disamping alat-alat yang dapat membantu proses belajar itu. Jadi teknologi pendidikan itu mengenai software maupun hardwarenya. Software berupa menganalisis dan mendisain urutan atau langkah-langkah belajar berdasarkan tujuan yang ingin dicapai dengan metode penyajian yang serasi serta penilaian keberhasilannya. Sedangkan hardwarenya adalah alat peraga, alat pengajaran audio visual aids atau instructional aids seperti radio, film opaque projector, overhead projector, tv, video tape recorder, computer, dll.
Adapula yang berpendapat bahwa teknologi pendidikan adalah pemikiran yang sistematis tentang pendidikan, penerapan metode penyelesaian masalah dalam pendidikan, yang dapat dilakukan dengan alat-alat komunikasi modern ataupun tanpa alat-alat tersebut.
Pendapat lain mengatakan teknologi pendidikan merupakan kajian dan praktek untuk membantu proses belajar dan meningkatkan kinerja dengan membuat, menggunakan dan mengelola proses dan sumber teknologi yang memadai.
Dari beberapa pendapat di atas dapat kita simpulkan bahwa pengertian teknologi pendidikan adalah suatu pendekatan yang sistematis dan kritis tentang pendidikan (proses pemecahan masalah dalam masalah pendidikan).
Profesi teknologi pendidikan ini bukan profesi yang netral dan bebas nilai ia merupakan profesi yang memihak kepada kepentingan pembelajaran agar mereka memperoleh kesempatan untuk belajar dan agar potensi dirinya dapat berkembang semaksimal mungkin.
Profesi ini juga tidak bebas nilai karena masih banyak pertimbangan lain seprti social, budaya, ekonomi dan rekayasa yang mempengaruhi, sehingga tidakannya harus selaras dengan situasi dan kondisi serta berwawasan kemasa depan.
B. VISI DAN MISI TEKNOLOGI PENDIDIKAN
a. Visi Teknologi Pendidikan
Terwujudnya berbagai pola pendidikan dan pembelajaran dengan dikembangkan dan dimanfaatkannya aneka proses dan sumber belajar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan
Dengan semangat kemitraan menjadi suatu lembaga yang tangkap dan tangguh dalam memberdayakan pembelajaran, melalui kegiatan merancang, mengembangkan, menilai dan mengelola proses serta sumber belajar.
b. Misi Teknologi Pendidikan
Dilakukannya pendekatan intekratif dengan semua kegiatan pembanguanan dibidang pendidikan, tersedianya tenaga ahli untuk mengelola dan melaksanakan kegiatan, diusahannya pertambahan nilai social ekonomi, dihindari adanya kejolak negatif, dikembangkanya pola dan sistem yang memungkinkan keterlibatan jumlah sasaran maksimal, perluasan pelayanan, dan desentralisasi kegiatan dan dihasilkannya inovasi system pengajaran yang efektif.
IPTPI mempunyai misi memimpin memberikan keteladanan dan kepemimpinan dalam pengembangan dan peningkatan profesionalitas para anggotanya agar mereka mampu untuk memberdayakan peserta didik / warga belajar tsb mampu menguasai kompetensi yang diperlukan, serta meningkatkan kinerja dan produktifitasnya.

C. KOMPETENSI LULUSAN S1 TEKNOLOGI PENDIDIKAN
Kompetensi lulusan S1 lusasan Teknologi Pendidikan adalah dapat memahami landasan teori / riset aplikasi teknologi pendidikan, merancang pola instruksional, memproduksi media pedidikan, mengevaluasi program dan produk instruksional, mengelola media dan sarana belajar serta memanfaatkan sarana, media, dan teknik instriksional, menyebarkan informasi produk Teknologi Pendidikan, mengoperasikan sendiri dan melatih orang lain dalam mengoperasikan peralatan audio visual.
Adapun lulusan TP yang berprofesi menjadi guru pemerintah telah menetapkan empat jenis kompetensi guru sebagaimana tercantum dalam penjelasan peraturan pemerintah
No. 14 tahun 2005 tentang standar Nasional pendidikan yaitu:
1. Kompetensi Pedagogik
Pemahaman wawasan atau landasan kependididkan, pemahaman terhadap peserta didik, pemahaman terhadap kurikulum dan silabus, perancangan pembelajaran, pemahaman yang mendidik dan logis, evaluasi hasil belajar serta pengembangan peserta didik
2. Kompetensi Kepribadian
Menjadikan kepribadian mantap, stabil, dewasa,arifbijaksana,berwiraswasta, beraklak mulia, menjadi teladan bagi peserta didik, mengeveluasi kinerja sendiri serta mengembangkan diri secara berkelanjutan.
3. Kompetensi Sosial
Komunikasi lisan dan tulisan, menggunakan teknologi komunikasi dan informasisecara fungsional, bergaul secara efektif, serta bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar.

4. Kompetensi Profesional
Konsep standar struktur dan metoda keilmuan/ teknologi seni yang menaungi serta kolegan dengan materi ajar yang ada disekolah, hubungan konsep dengan mata pelajaran yang terkait, penerapan kosep – konsep keilmuan dalam kehidupan sehari – hari serta kompetensi secara professional dalam konteks global.
D. RUANG LINGKUP KAJIAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN
Teknologi Pendidikan dalam keseluruhan kegiatannya bertujuan untuk: (1) meningkatkan fungsi dan peran komponen-komponen sistem instruksional seperti guru, pesan, bahan, peralatan, teknik, lingkungan dan sebagainya untuk memecahkan masalah-masalah kependidikan; (2) meningkatkan fungsi pengembangan instruksional seperti riset teori, desain, produksi, logistik dan sebagainya untuk menganalisis masalah, merancang, melaksanakan dan menilai upaya pemecahan masalah-masalah kependidikan; (3) meningkatkan fungsi manejemen instruksional, baik manajemen personil maupun manajemen organisasinya untuk mengkoordinasikan salah satu atau beberapa fungsi yang telah disebutkan di atas.
Jika dikaji lebih mendalam mengenai ciri-ciri dan tujuan teknologi pembelajaran di atas, jelaslah bahwa kehadiran teknologi pembelajaran dalam dunia pendidikan adalah karena adanya dorongan-dorongan tertentu. Adapun hal-hal yang mendorong dikembangkannya teknologi pembelajaran adalah sebagai berikut: (a) adanya siswa atau peserta didik yang memerlukan bantuan dalam belajar sesuai dengan kemampuannya, kebutuhannya, kondisinya dan tujuannya; (b) sumber-sumber tradisonal sudah tidak mencukupi lagi kebutuhan pendidikan, oleh karena itu, perlu dikembangkan dan dimanfaatkannya sumber-sumber belajar baru; (c) adanya komponen-komponen sistem instruksional berupa pesan, orang, bahan, peralatan, teknik dan lingkungan yang perlu didayagunakan agar dapat mencapai tujuan pembelajaran secara efektitif dan efisien; (d) adanya kegiatan sebagai suatu sistem dalam mengembangkan sumber-sumber belajar sebagai komponen sistem instruksional yang bertolak dari suatu teori tertentu dan hasil penelitian, kemudian dirancang, diproduksi, disajikan, digunakan, dinilai untuk disempurnakan, kemudian disebarkan; (e) adanya kegiatan belajar yang memanfaatkan sumber belajar sebagai komponen sistem instruksional, serta lembaga atau instansi yang terlibat langsung dalam kegiatan tersebut sehingga perlu dikelola dengan baik agar kegiatan tersebut lebih berdaya guna.
Kelima latar belakang tersebut, secara konseptual merupakan gejala bidang garapan teknologi pembelajaran, sekaligus latar belakang diterapkannya konsep teknologi pembelajaran. Berikut ini akan dikemukakan secara singkat gerakan yang mendasari terwujudnya bidang dan konsep teknologi pembelajaran seperti yang ada sekarang. Pertama adalah lahirnya konsep alat bantu visual (visual aid) dalam pembelajaran. Kedua adalah penggunaan alat bantu visual dalam pembelajaran berkembang dalam audio visual aid. Kemudian yang ketiga adalah dengan dimasukkannya prinsip-prinsip komunikasi dalam pembelajaran, dengan demikian maka tekanan tidak lagi diletakkan pada benda atau bahan pelajaran dalam bentuk audio visual, tetapi dipusatkan kepada keseluruhan proses komunikasi informasi/pesan (massage) dari sumber (source), yaitu guru, kepada penerima (receiver), yaitu siswa. Keempat adalah masuknya ilmu pengetahuan prilaku kepada teknologi pembelajaran. Kelima adalah perkembangan konsep teknologi pembelajaran dari komunikasi audio visual menuju ke pendekatan sistem dalam pembelajaran, dan akhirnya lahirlah konsep teknologi pembelajaran seperti yang ada sekarang.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa teknologi pembelajaran pada pokoknya mempunyai lima jenis kegiatan yaitu: (1) menganalisis masalah dan merumuskan masalah; (2) merancang pemecahan masalah; (3) mengembangkan pemecahan masalah; (4) uji coba, penilaian dan revisi pemecahan masalah, dan (5) penerapan dan pengendalian pemecahan masalah.
E. IMPLEMENTASI TEKNOLOGI PENDIDIKAN DALAM PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN
Teknologi pendidikan perlu difikirkan dan dibahas terus menurus karena adanya kebutuhan real yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan yaitu: tekat mengadakan perluasan dan pemerataan kesempatan belajar, keharusan peningkatan mutu pendidikan berupa penyempurnaan kurikulum, penyediaan berbagai bentuk pendidikan serta latihan, penyempurnaan sistim pendidikan dengan penelitian dan perkembangan sesuai dengan tantangan zaman dan kebutuhan pembangunan.
Fungsi TP adalah untuk memajukan kualitas pendidikan Indonesia. Pemanfaatan TP dengan sasaran yang secara cermat dipilih, bahan ajar yang berkualitas, serta metodologi pengajaran yang tepat, akan mampu mendukung proses pemerataan dan mengurangi kesenjangan pendidikan antar daerah.
Adanya peningkatan mutu pendidikan bagi teknologi TP melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi secara optimal. Keberaadaan computer bukan hanya digukan untuk efiensi dan efektifitas dalam pengelolaan penyelenggaraan sekolah dapat digunakan untuk mempermudah menunjukan pengetahuan mengganti simulasi yang berbahaya, memberi daya tarik yang lengkap menyentuh seluruh modalitasi manusia lewat desain multimedia.
Untuk mendukung pemanfaatan TP dalam peningkatan mutu pendidikan ada hal – hal yang perlu dilakukan yaitu:
1. Peningkatan SDM tenaga pendidik dan tenaga kependidikan
2. mengadakan sarana dan prasarana pembelajaran
3. pemanfaatan control – monitor class
TP memiliki petunjuk untuk latihan dan dalam pemberitahuan sertifikat terdapat kerangka dasar kompetensi untuk memberikan latihan kepada pihak – pihak yang melaksanakan tugas dalam bidang TP. Kerangka tersebut didasarkan pengelompokan tugas spasialisasi, yaitu:
1. Pengembangan program pembelajaran
2. Pengembangan produk media
3. Pengelolaan media
TP bergerak dalam keseluruhan bidang pendidikan dan mengusahakan terciptanya keseimbangan dan kerja sama yang selaras diantara berbagai profesi lain yang bergerrak dibidang pendidikan.

BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Profesi teknologi pendidikan ini bukan profesi yang netral dan bebas nilai ia merupakan profesi yang memihak kepada kepentingan pembelajaran agar mereka memperoleh kesempatan untuk belajar dan agar potensi dirinya dapat berkembang semaksimal mungkin.
Profesi ini juga tidak bebas nilai karena masih banyak pertimbangan lain seprti social, budaya, ekonomi dan rekayasa yang mempengaruhi, sehingga tidakannya harus selaras dengan situasi dan kondisi serta berwawasan kemasa depan.
Visi Teknologi Pendidikan Terwujudnya berbagai pola pendidikan dan pembelajaran dengan dikembangkan dan dimanfaatkannya aneka proses dan sumber belajar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan
Misi Teknologi Pendidikan Dengan semangat kemitraan menjadi suatu lembaga yang tangkap dan tangguh dalam memberdayakan pembelajaran, melalui kegiatan merancang, mengembangkan, menilai dan mengelola proses serta sumber belajar.
Dilakukannya pendekatan intekratif dengan semua kegiatan pembanguanan dibidang pendidikan, tersedianya tenaga ahli untuk mengelola dan melaksanakan kegiatan, diusahannya pertambahan nilai social ekonomi, dihindari adanya kejolak negatif, dikembangkanya pola dan sistem yang memungkinkan keterlibatan jumlah sasaran maksimal, perluasan pelayanan, dan desentralisasi kegiatan dan dihasilkannya inovasi system pengajaran yang efektif.

B. SARAN
Fungsi TP adalah untuk memajukan kualitas pendidikan Indonesia. Pemanfaatan TP dengan sasaran yang secara cermat dipilih, bahan ajar yang berkualitas, serta metodologi pengajaran yang tepat, akan mampu mendukung proses pemerataan dan mengurangi kesenjangan pendidikan antar daerah.

DARFTAR PUSTAKA

Miarso, Yusufhadi, 2007. “Menyemai Benih Teknologi Pendidikan”, Jakarta : Kencana Prenada Media Group.

Tirtarahardja, Umar dan S. L. La Sulo, 2005. “Pengantar Pendidikan”, Jakarta : PT Rineka Cipta.

Uwes Anis Chaeruman, “ Instructional Technology : What is it ? ”, 2008, http://fakultasluarkampus.net

Maret 4, 2009 Posted by | MAKALAH TEKNOLOGI PENDIDIKAN | 1 Komentar

   

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.